Ia menilai sektor pariwisata akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi masa depan. “Bagi kami, Bali adalah masa lalu, Labuan Bajo masa kini, dan Sumba adalah masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPP FP NTT, Yohanes Hiba Ndale, menjelaskan bahwa kegiatan Natal ini menjadi ajang silaturahmi nasional FP NTT sekaligus penguatan nilai organisasi yang mengusung tema Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang.
Natal FP NTT di Malang tercatat sebagai pelaksanaan keempat dan untuk pertama kalinya diinisiasi oleh DPW Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yohanes menilai kegiatan ini juga penting untuk meredakan ketegangan yang sempat terjadi antar mahasiswa perantau asal NTT di Malang.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi konflik yang menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat NTT di perantauan,” katanya.
Ketua DPD FP NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, menambahkan bahwa Malang dipilih sebagai tuan rumah karena menjadi salah satu pusat konsentrasi pemuda dan mahasiswa NTT di Jawa Timur.
Menurutnya, konsolidasi ini penting untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat persatuan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




