Selain ibadah Natal bersama, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertajuk “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang: Mahasiswa Pendatang Menghindari Konflik Sosial”. Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bupati Sumba Barat Daya, Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, akademisi, serta pengurus DPP FP NTT.
Oskar menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat persatuan diaspora agar tidak mudah terprovokasi isu-isu perpecahan. “Kita ingin seluruh elemen NTT tetap kompak, menjaga nama baik daerah, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan NTT,” pungkasnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




