Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 40 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yohanes Paulus Lendes, Advokat asal Riung, Tinggal di Jakarta

Yohanes Paulus Lendes, Advokat asal Riung, Tinggal di Jakarta

NGADA, – Rencana penyelenggaraan Festival Komodo Riung yang dijadwalkan berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 di Pantai Watulajar, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, menuai penolakan dari tokoh asal Riung.

Advokat asal Riung yang kini berdomisili di Jakarta, Yohanes Paulus Lendes, menyatakan keberatan terhadap penggunaan nama tersebut karena dinilai tidak mencerminkan identitas, sejarah, maupun kekayaan ekologis Riung.

Baca Juga :  PELNI Gratiskan Pengiriman Bantuan Bencana Sumut dari Seluruh Indonesia

“Nama sebuah festival bukan sekadar alat promosi wisata, tetapi merupakan representasi jati diri suatu daerah yang akan dikenang oleh masyarakat, wisatawan, bahkan dunia internasional,” kata Yohanes Paulus Lendes kepada wartawan, Kamis, 6 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, penggunaan nama “Komodo” berpotensi menimbulkan kekeliruan persepsi publik. Selama ini, kata Komodo telah melekat sebagai identitas Kabupaten Manggarai Barat melalui kawasan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo.

Baca Juga :  Air Bersih di Desa Ndetuzea, Antara Seremoni CSR PELNI–BSI dan Kebutuhan Nyata Warga

“Ketika nama yang sama digunakan di Riung, justru identitas Riung sebagai destinasi wisata yang memiliki karakteristik dan kekhasan tersendiri menjadi kabur,” ujarnya.

Berita Terkait

Satlantas Polres Ende Gandeng Forum LLAJ, Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Siapkan Langkah Pencegahan
Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022
Turnamen Bola Voli Antar RT Desa Sobo Dibuka, Jadi Momentum Pererat Persaudaraan pada HUT Ke-81 RI
Keuskupan Agung Ende Canangkan Muspas IX 2027, Umat Diajak Berjalan Bersama dalam Semangat Sinodalitas
Polemik Empat Pemain Suratin 2026, Flores United Nilai Perse Ende Lemah Bangun Komunikasi
Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir
Bentrokan Narasaosina-Waiburak di Flores Timur Kembali Pecah, 1 Warga Tewas dan 3 Terluka
Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Avanza di Jalan Trans Maumere-Larantuka, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Kamis, 30 April 2026 - 20:23 WITA

May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:23 WITA

Ulasan Lonn Segi Tak Sepanjang Gelarnya

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Berita Terbaru