Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 256 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yohanes Paulus Lendes, Advokat asal Riung, Tinggal di Jakarta

Yohanes Paulus Lendes, Advokat asal Riung, Tinggal di Jakarta

Yohanes menilai Riung memiliki kekayaan alam dan biodiversitas yang layak diangkat sebagai identitas utama dalam pembangunan sektor pariwisata. Salah satunya adalah keberadaan satwa yang dalam kajian ilmiah dikenal sebagai Varanus riungensis, atau dalam bahasa lokal disebut Mbou, yang dinilai menjadi bagian dari identitas ekologis kawasan Riung.

Karena itu, ia berharap strategi promosi pariwisata lebih mengedepankan potensi asli daerah daripada mengadopsi identitas yang selama ini lebih dikenal sebagai milik wilayah lain.

Baca Juga :  Kemiskinan di Ende Menurun, Tapi Keparahan Naik, Ini Penjelasan BPS

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pariwisata bersama Balai KSDA Provinsi Nusa Tenggara Timur mengevaluasi penggunaan nama Festival Komodo Riung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Promosi wisata akan jauh lebih kuat apabila dibangun di atas identitas autentik masyarakat lokal,” katanya.

Yohanes menegaskan Riung selama ini telah dikenal sebagai kawasan wisata Surga 17 Pulau yang memiliki keindahan laut, budaya bahari, tradisi masyarakat pesisir, tenun tradisional, serta kekayaan flora dan fauna yang menjadi ciri khas tersendiri.

Baca Juga :  Gelar Test Kesamptaan Bagi Personel Polres Ende, Ini Harapannya

Berita Terkait

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 22:58 WITA

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Berita Terbaru