MAUMERE, – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka menuntut transparansi dan percepatan penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah PDAM Wair Puan.
Mereka mendesak agar Kejari segera menetapkan tersangka dalam kasus yang telah bergulir sejak 2021 kemarin.
Salah Satu Masa Aksi dalam oratornya menyebutkan bahwa adanya Indikasi Korupsi dana hibah di PDAM Wair Puan. Sebesar Rp 1,8 Miliar pada, Senin, (1/9/2025). Depan kejari Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas). Jhon Debrito Papa Naga, menyebutkan bahwa berdasarkan kajian internal PMKRI, adanya indikasi korupsi sebesar Rp 1,8 miliar dari dana hibah sebesar Rp 6,75 miliar yang digelontorkan oleh Pemkab Sikka.
Selain itu, Jhon Debrito menilai bahwasanya penanganan kasus ini terkesan lamban dan tidak jelas, membiarkannya menggantung selama lima tahun tanpa penetapan tersangka.
Mereka menolak alasan klasik keterbatasan sumber daya yang seringkali menjadi dalih aparat penegak hukum.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




