Anak-anak pengungsi kemudian diajak mengikuti permainan interaktif. Suasana di lokasi pengungsian yang sebelumnya dipenuhi ketegangan berubah menjadi lebih cair ketika anak-anak mulai bermain dan berinteraksi bersama tim pendamping.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan trauma healing tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memastikan warga terdampak bencana mendapatkan perhatian secara menyeluruh.
Menurut dia, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan logistik. Kondisi mental dan emosional masyarakat juga perlu mendapat perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegiatan trauma healing ini merupakan perintah langsung dari Bapak Kapolda NTT untuk memastikan seluruh warga terdampak, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, mendapatkan pendampingan psikologis,” ujar Yudhi.
Ia mengatakan pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kecemasan dan kepanikan yang masih dirasakan masyarakat setelah gempa.
“Kita ingin menghapus kepanikan dan trauma mendalam yang dirasakan masyarakat pascamusibah. Melalui pemulihan keseimbangan emosional dan mental ini, warga diharapkan dapat kembali bangkit dan menata kehidupan normal secara perlahan,” katanya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




