Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 2 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara adat dan penandatanganan komitmen damai masyarakat Lowonara dan Belle , Senin (10/8/2026).

Upacara adat dan penandatanganan komitmen damai masyarakat Lowonara dan Belle , Senin (10/8/2026).

FLORES TIMUR, – Perselisihan antara warga Desa Lowonara dan Desa Belle, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memasuki babak baru. Kedua pihak sepakat mengakhiri konflik melalui upacara adat dan penandatanganan surat pernyataan damai.

Prosesi perdamaian berlangsung di Aula Paroki Kristus Raja Waiwerang, Senin, 10 Agustus 2026. Perdamaian ini menjadi momentum untuk memulihkan kembali hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat kedua desa.

Baca Juga :  Transformasi Iman dalam Pelantikan 54 Kader Synergoi Santu Paulus Ruteng

Upacara adat yang dipimpin para sesepuh dari kedua pihak menjadi simbol berakhirnya pertikaian. Kedua masyarakat menyatakan kesediaan untuk membuka lembaran baru dengan mengedepankan keamanan, persaudaraan, dan kehidupan sosial yang harmonis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelesaian melalui mekanisme adat menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Bagi masyarakat Adonara, adat dan hubungan kekeluargaan memiliki posisi kuat dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial.

Baca Juga :  Forum Pemuda NTT Gelar Talk Show “Baku Lihat, Baku Jaga, Baku Sayang” di Malang

Semangat perdamaian itu tercermin dalam ungkapan “Lepan Dopi, Ledan Gala” yang menyertai prosesi tersebut.

Berita Terkait

TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani
Satlantas Polres Ende Gandeng Forum LLAJ, Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Siapkan Langkah Pencegahan
Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung
Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022
Turnamen Bola Voli Antar RT Desa Sobo Dibuka, Jadi Momentum Pererat Persaudaraan pada HUT Ke-81 RI
Keuskupan Agung Ende Canangkan Muspas IX 2027, Umat Diajak Berjalan Bersama dalam Semangat Sinodalitas
Polemik Empat Pemain Suratin 2026, Flores United Nilai Perse Ende Lemah Bangun Komunikasi
Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:36 WITA

Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:15 WITA

TMI Ende Kukuhkan Korcam-Kordes Kota Baru, Serahkan Combine Harvester untuk Petani

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:45 WITA

Riung Punya Jati Diri Sendiri, Yohanes Paulus Lendes Tolak Nama Festival Komodo Riung

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:51 WITA

Front Mahasiswa Flores Desak Polres Sikka Tuntaskan Kasus Dugaan Persetubuhan Anak yang Mandek Sejak 2022

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:29 WITA

Turnamen Bola Voli Antar RT Desa Sobo Dibuka, Jadi Momentum Pererat Persaudaraan pada HUT Ke-81 RI

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:03 WITA

Keuskupan Agung Ende Canangkan Muspas IX 2027, Umat Diajak Berjalan Bersama dalam Semangat Sinodalitas

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:26 WITA

Polemik Empat Pemain Suratin 2026, Flores United Nilai Perse Ende Lemah Bangun Komunikasi

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:59 WITA

Ribuan Pelayat Antar Kepala Desa Mautenda Barat Robertus Y.M. Sega ke Peristirahatan Terakhir

Berita Terbaru