Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 230 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara adat dan penandatanganan komitmen damai masyarakat Lowonara dan Belle , Senin (10/8/2026).

Upacara adat dan penandatanganan komitmen damai masyarakat Lowonara dan Belle , Senin (10/8/2026).

Polri Apresiasi Rekonsiliasi Lowonara dan Belle

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses rekonsiliasi masyarakat Lowonara dan Belle.

Menurut Henry, perdamaian tersebut lahir dari niat baik, komunikasi, dan kebersamaan berbagai pihak.

“Perdamaian yang kita saksikan hari ini merupakan hasil dari niat baik dan kebersamaan seluruh pihak. Penandatanganan surat pernyataan damai harus menjadi pegangan bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, persaudaraan, dan keharmonisan masyarakat,” kata Henry menyampaikan pesan Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko.

Henry menegaskan, penandatanganan surat damai bukan berarti seluruh proses telah selesai. Sebaliknya, kesepakatan tersebut menjadi awal dari tanggung jawab bersama untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Baca Juga :  Gelar Operasi Keselamatan Turangga 2025, Polisi Minta Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga hasil rekonsiliasi.

Semua pihak diminta mencegah munculnya kembali persoalan yang dapat menjadi pemicu konflik.

Berita Terkait

Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian
Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:51 WITA

Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Rabu, 16 September 2026 - 07:33 WITA

Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Berita Terbaru