KUPANG, – Di tengah waktu yang terus bergerak menuju musim hujan, persoalan tempat tinggal masih menjadi pekerjaan rumah bagi masyarakat korban gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejumlah warga di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian, sementara pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang diharapkan menjadi tempat berlindung belum menunjukkan percepatan sebagaimana diharapkan.
Situasi tersebut mendapat perhatian serius anggota DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT, Senin (2/11/2026).
Dalam forum resmi lembaga legislatif tersebut, Junaidin menyampaikan keprihatinannya terhadap lambatnya progres pembangunan Huntara bagi masyarakat terdampak gempa. Baginya, persoalan ini bukan sekadar keterlambatan pekerjaan konstruksi, melainkan menyangkut keselamatan, martabat, dan kepastian hidup masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Waktu terus berjalan. Sementara itu, masyarakat yang menjadi korban gempa belum sepenuhnya keluar dari situasi darurat.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




