Bagi sebagian orang, Huntara mungkin hanya dipandang sebagai bangunan sementara. Namun, bagi keluarga korban gempa, keberadaan hunian tersebut merupakan kebutuhan mendesak.
Di sanalah mereka berharap dapat kembali tidur tanpa dihantui kecemasan menghadapi cuaca buruk. Di sanalah anak-anak bisa mendapatkan ruang yang lebih layak untuk beristirahat dan melanjutkan aktivitas. Di sanalah orang tua dapat kembali merasakan perlindungan setelah rumah mereka rusak akibat bencana.
Karena itu, percepatan pembangunan Huntara tidak semestinya diperlakukan sebagai agenda administratif yang dapat terus ditunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan Junaidin Mahasan dalam Rapat Paripurna DPRD NTT menjadi pengingat bahwa waktu pemulihan bagi korban bencana tidak bisa diukur hanya melalui kalender pekerjaan pemerintah. Ada kebutuhan mendesak yang setiap hari dirasakan masyarakat di pengungsian.
Kini, perhatian tertuju pada langkah konkret pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi, kepastian anggaran, evaluasi pekerjaan, serta penyelesaian kendala pembangunan menjadi hal yang perlu segera ditindaklanjuti.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




