Di balik tenda-tenda pengungsian, ada keluarga yang berusaha menjaga anak-anak mereka tetap nyaman. Ada orang tua yang harus menghadapi keterbatasan tempat berlindung. Ada pula warga yang setiap hari hidup dalam ketidakpastian, menunggu kapan mereka dapat kembali menempati hunian yang lebih aman dan layak.
Kondisi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan ketika musim hujan mulai mendekat.
Junaidin mengingatkan bahwa masyarakat tidak seharusnya terus-menerus dibebani keadaan darurat, terlebih ketika kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak belum terpenuhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai hujan sudah turun, tetapi masyarakat masih harus bertahan di tenda pengungsian,” demikian penegasan Junaidin dalam menyampaikan perhatian terhadap persoalan tersebut.
Huntara Bukan Sekadar Proyek Fisik, Ada Kehidupan yang Dipertaruhkan
Junaidin menegaskan, pemerintah perlu melihat pembangunan Huntara lebih dari sekadar pekerjaan fisik, target penyelesaian proyek, ataupun pemenuhan administrasi pembangunan.
Sebab, setiap unit Huntara yang dibangun memiliki arti penting bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Bangunan sementara tersebut menjadi ruang perlindungan bagi anak-anak, orang tua, dan seluruh anggota keluarga untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




