Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Nikolaus Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 232 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikolaus Sanggu
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa Maumere

Nikolaus Sanggu Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa Maumere

Sebuah Refleksi Kritis atas Negara yang Sedang Kehilangan Arah

Oleh : Nikolaus Sanggu
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa Maumere

Opini, – Sebagai bagian dari generasi muda Indonesia, Nikolaus Sanggu atau yang akrab disapa Niko Sanggu, turut menyampaikan kritik terhadap perjalanan bangsa Indonesia hari ini. Kritik ini tidak hanya ditujukan kepada kepala negara, tetapi juga kepada seluruh penyelenggara pemerintahan, mulai dari jajaran kabinet, kementerian, lembaga negara, hingga pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Indonesia sedang sakit. Bahkan, kita patut bertanya apakah bangsa ini sedang mengalami krisis kepemimpinan, krisis kepercayaan, atau justru krisis kesadaran dalam menjalankan kekuasaan. Sebab, begitu banyak persoalan muncul secara bersamaan, sementara rakyat terus dipaksa menghadapi kenyataan yang tidak selalu sejalan dengan janji-janji pemerintah.

Baca Juga :  MK Tegaskan Pasal Pencemaran Nama Baik, UU ITE Tak Berlaku untuk Lembaga Negara dan Korporasi

Hari ini, seminar diselenggarakan di mana-mana, diskusi publik berlangsung di berbagai ruang, konferensi digelar, dan perbincangan mengenai masa depan republik terus memenuhi berbagai platform, termasuk podcast dan media sosial. Semua orang berbicara tentang Indonesia.

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:14 WITA

Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru