Semua orang mengaku memiliki gagasan untuk memperbaiki bangsa. Namun, ada satu pertanyaan yang tidak boleh kita hindari: Mengapa di tengah begitu banyak forum yang membicarakan masa depan Indonesia, persoalan bangsa justru terus berulang dan semakin kompleks?
Kita seolah-olah mengalami kelebihan pidato, tetapi kekurangan tindakan. Terlalu banyak janji, tetapi terlalu sedikit pembuktian. Terlalu banyak pejabat berbicara tentang kesejahteraan, tetapi masih banyak masyarakat yang harus berjuang mendapatkan kehidupan yang layak.
Persoalan ini tidak bisa terus-menerus disembunyikan di balik narasi keberhasilan pemerintah. Negara bukan panggung pertunjukan kekuasaan. Negara adalah tempat rakyat menggantungkan harapan, memperoleh perlindungan, dan memperjuangkan masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertama, krisis kepemimpinan dan kabinet
Kepala negara memegang tanggung jawab besar dalam menentukan arah perjalanan bangsa. Karena itu, kepemimpinan tidak cukup diukur melalui seberapa sering seorang presiden tampil di hadapan publik, seberapa banyak program diumumkan, atau seberapa megah pembangunan yang dipertontonkan. Kepemimpinan harus diukur dari kemampuan menyelesaikan persoalan rakyat.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




