Karena itu, pemerintah dan seluruh lembaga penegak hukum harus memastikan bahwa keadilan tidak hanya menjadi milik mereka yang memiliki kekuatan, tetapi juga menjadi hak masyarakat kecil yang selama ini sering berada dalam posisi paling rentan.
Pada titik inilah kita harus kembali merenungkan sebuah pertanyaan besar: Jika negara sedang sakit, siapakah yang harus mencari obatnya? Di mana obat itu harus ditemukan? Siapa yang memproduksi obat tersebut?
Menurut Niko Sanggu, obat bagi negara yang sedang sakit tidak cukup dicari melalui pergantian pejabat atau perubahan slogan politik. Obat itu harus ditemukan melalui pembenahan sistem pemerintahan, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, perlindungan lingkungan, perbaikan pendidikan, dan keberanian mengutamakan kepentingan rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Obat itu diproduksi melalui integritas pemimpin, keberanian lembaga negara, kecerdasan kaum intelektual, pengawasan masyarakat sipil, serta partisipasi aktif generasi muda.
Namun, persoalan terbesar kita adalah ketika mereka yang dipercaya mencari obat justru tidak menunjukkan kesungguhan untuk menyembuhkan penyakit bangsa. Ketika kekuasaan lebih sibuk mempertahankan kepentingan politik daripada menyelesaikan persoalan rakyat, maka yang dibutuhkan bukan lagi sekadar nasihat, melainkan evaluasi dan pertanggungjawaban.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




