Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Nikolaus Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 267 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikolaus Sanggu
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa Maumere

Nikolaus Sanggu Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa Maumere

Karena itu, pemerintah dan seluruh lembaga penegak hukum harus memastikan bahwa keadilan tidak hanya menjadi milik mereka yang memiliki kekuatan, tetapi juga menjadi hak masyarakat kecil yang selama ini sering berada dalam posisi paling rentan.

Pada titik inilah kita harus kembali merenungkan sebuah pertanyaan besar: Jika negara sedang sakit, siapakah yang harus mencari obatnya? Di mana obat itu harus ditemukan? Siapa yang memproduksi obat tersebut?

Baca Juga :  Rumput Liar Menjamur di RSUD Ende, Cerminan Buruknya Tata Kelola Fasilitas Publik?

Menurut Niko Sanggu, obat bagi negara yang sedang sakit tidak cukup dicari melalui pergantian pejabat atau perubahan slogan politik. Obat itu harus ditemukan melalui pembenahan sistem pemerintahan, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, perlindungan lingkungan, perbaikan pendidikan, dan keberanian mengutamakan kepentingan rakyat.

Obat itu diproduksi melalui integritas pemimpin, keberanian lembaga negara, kecerdasan kaum intelektual, pengawasan masyarakat sipil, serta partisipasi aktif generasi muda.

Namun, persoalan terbesar kita adalah ketika mereka yang dipercaya mencari obat justru tidak menunjukkan kesungguhan untuk menyembuhkan penyakit bangsa. Ketika kekuasaan lebih sibuk mempertahankan kepentingan politik daripada menyelesaikan persoalan rakyat, maka yang dibutuhkan bukan lagi sekadar nasihat, melainkan evaluasi dan pertanggungjawaban.

Baca Juga :  Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Berita Terkait

Propinsi Kepulauan Flores, Ketika Negara Membiarkan Ketimpangan Menjadi Persoalan Menahun
Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WITA

Kolaborasi Unipa dan Politani Kupang Dorong Hilirisasi Hortikultura-Nira Lontar di Sikka

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:29 WITA

PSSI NTT Buka Suara soal Penundaan ETMC XXXV 2026, Christian MBoeik: Siap Jika Digugat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:47 WITA

Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXV Flores Timur Ditunda, Dijadwalkan Maret 2027

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:22 WITA

Camat Detukeli Soroti Infrastruktur Dasar, Minta Pemkab Ende Serius Benahi Jalan Antar-Kecamatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Perempuan Lansia Jadi Korban Kekerasan, Komnas Perempuan Soroti Tuntutan 5 Bulan Penjara

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:13 WITA

Mengenang Gonzalo Gratianus Muga Sada, Sahabat Seperjuangan dan Saudara dalam Pengabdian

Kamis, 24 September 2026 - 17:51 WITA

Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Berita Terbaru