Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Nikolaus Sanggu Editor : Redaksi Dibaca 236 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nikolaus Sanggu
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa Maumere

Nikolaus Sanggu Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nusa Nipa Maumere

Kabinet sebagai pembantu presiden juga tidak boleh hanya menjadi kumpulan pejabat yang sibuk menjalankan agenda masing-masing. Setiap kementerian harus bekerja berdasarkan kebutuhan bangsa, bukan kepentingan politik, popularitas, ataupun kepentingan kelompok tertentu.

Jika koordinasi pemerintahan tidak berjalan, jika kebijakan saling bertabrakan, jika anggaran tidak tepat sasaran, dan jika persoalan rakyat terus dibiarkan tanpa penyelesaian, maka evaluasi menyeluruh harus dilakukan.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka Resmi Dimulai

Kita tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai mempertahankan citra. Kita membutuhkan pejabat yang berani bertanggung jawab ketika gagal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, korupsi

Korupsi merupakan salah satu penyakit paling berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia bukan hanya persoalan hukum, melainkan persoalan moral, kemanusiaan, dan masa depan bangsa.

Baca Juga :  May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja

Ketika uang negara diselewengkan, sesungguhnya ada hak masyarakat yang dirampas. Ada sekolah yang seharusnya diperbaiki, jalan yang seharusnya dibangun, fasilitas kesehatan yang seharusnya disediakan, serta masyarakat kecil yang seharusnya mendapatkan pelayanan yang lebih baik.

Berita Terkait

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana
Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati
Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir
Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?
Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan
Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT
Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis
May Day 1 Mei 2026, Alarm Tahunan tentang Keadilan Sosial dan Martabat Pekerja
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:45 WITA

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:14 WITA

Silaturahmi ke Kediaman Jokowi, Karolus Lando Sampaikan Ucapan Ultah untuk Iriana dan Gibran

Senin, 28 September 2026 - 21:44 WITA

Audit ISO 9001 dan MLC 2006 di Jakarta, Dr Karolus Ajak Putra-Putri NTT Berkarier di Kapal Pesiar

Sabtu, 19 September 2026 - 18:08 WITA

Melihat IKN dari Dekat: Dari Gagasan Besar Jokowi hingga Kota Masa Depan yang Mulai Terwujud

Kamis, 17 September 2026 - 13:27 WITA

Posko Peduli Gempa Flores Malang Raya Salurkan Bantuan Sembako Kloter II untuk Mahasiswa Terdampak Gempa

Minggu, 13 September 2026 - 07:09 WITA

Papua Tidak Butuh Lebih Banyak Korban Jiwa, Negara Harus Hadir Sebelum Rakyat Menjadi Korban

Jumat, 11 September 2026 - 08:40 WITA

KRQA-SQC Gelar Audit ISO, ISM Code dan MLC 2006 di PT Trans Yeong Maritime

Kamis, 10 September 2026 - 23:25 WITA

Siklus Kekerasan di Papua Terus Berulang, Efektifkah Strategi Keamanan Pemerintah Prabowo

Berita Terbaru