Ungkapan itu diharapkan tidak berhenti sebagai simbol dalam upacara adat, tetapi menjadi komitmen bersama untuk menjaga perdamaian Lowonara dan Belle secara berkelanjutan.
Dihadiri Pimpinan Daerah dan Tokoh Masyarakat
Prosesi adat dan penandatanganan surat pernyataan damai dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Mereka antara lain Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, Wakapolda NTT Brigjen Pol Faizal, Bupati Flores Timur, Ketua DPRD Flores Timur, Wakil Bupati Flores Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari kedua desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa perdamaian Lowonara dan Belle mendapat perhatian serius dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh adat.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur juga melibatkan Tim 9, tim percepatan perdamaian yang dibentuk untuk membantu proses penyelesaian konflik sekaligus mengawal keberlanjutan perdamaian.
Tim tersebut diharapkan terus menjaga komunikasi antara kedua pihak. Setiap persoalan yang muncul nantinya diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe



