JAKARTA BARAT — Dana bantuan penanganan bencana Gempa Flores senilai Rp. 200 miliar yang telah dikucurkan pemerintah pusat sejak akhir Agustus 2026 kembali menjadi sorotan.
Di tengah besarnya anggaran yang telah dialokasikan, sejumlah warga terdampak di berbagai lokasi pengungsian mengaku masih mengalami keterbatasan bantuan logistik dasar.
Berdasarkan informasi yang beredar, pemerintah pusat mengalokasikan Rp 40 miliar untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan masing-masing Rp 20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores. Namun hingga Kamis, 10 September 2026, keluhan masyarakat terkait kebutuhan dasar masih terus muncul melalui berbagai kanal komunikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga menyampaikan bahwa pasokan terpal, selimut, bahan makanan, air bersih, hingga kebutuhan darurat lainnya masih belum mencukupi di beberapa titik pengungsian. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai percepatan realisasi dan distribusi bantuan yang telah disiapkan pemerintah.
Pimpinan Koordinator DPD Garda Pemuda Gibran Ende, Jemsnere, menilai pemerintah daerah perlu mempercepat pelaksanaan program bantuan agar kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera terpenuhi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




