LIPUTANFLORES.COM|ENDE, – Sekitar 3.000 umat Katolik memadati Lapangan Bola Kaki Kuasi Paroki Malaikat Agung Gabriel Kanaan Kamubheka, Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 3 Mei 2025 dalam rangka Perayaan Ekaristi pembukaan Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura.
Misa dipimpin oleh Vikaris Episkopal (Vikep) Ende, R.D. Edy Dopo, didampingi seluruh imam dari wilayah pantai utara Ende.
Hadir pula Bupati Ende Yoseph Tote Badeoda, Wakil Bupati Dominikus Minggu Mere, anggota DPRD Kabupaten Ende, serta tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ziarah ini mengangkat tema “Bersama Maria di Utara: Merawat Bumi sebagai Saudara”, menyuarakan seruan spiritual dan ekologis di tengah berbagai dinamika pembangunan di wilayah utara Kabupaten Ende.
Empat Agenda Besar dan Semangat Kolaborasi
Ketua Panitia Ziarah, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah disiapkan sejak Januari lalu.
Empat agenda besar digelar dalam ziarah ini, yaitu misa pembukaan, seminar sehari, arak-arakan Arca Maria ke 14 paroki di wilayah utara, dan misa penutupan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak, baik di wilayah Utara, kota Ende, maupun perantauan, yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini,” kata Dominikus dalam sambutannya.
Bupati Ende, Jangan Lukai Lambung Ibu Bumi
Dalam sambutannya, Bupati Ende menyampaikan tiga pesan penting dari kegiatan ini. Pertama, ziarah ini mencerminkan harapan bersama rakyat dan pemerintah untuk kehidupan yang lebih baik.
Kedua, pentingnya hidup selaras dengan alam, terlebih di tengah pro dan kontra isu eksplorasi geotermal di wilayah tersebut.
“Bumi adalah ibu kehidupan. Jangan korek lambungnya dan jangan sakiti dia,” kata Bupati yang disambut tepuk tangan umat.
Ia juga menyoroti potensi besar wilayah utara, yang ia sebut sebagai “Mutiara Utara”, mencakup kekayaan sumber daya alam dan manusia yang dinilai belum sepenuhnya tergarap optimal.
Untuk itu, pemerintah berkomitmen membangun kawasan Sport Center dan Central Ekonomi Terpadu (CAT) terbesar di Flores, sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi Pantura.
Pesan Spiritual dari Uskup dan Para Imam
Dalam homilinya, R.D. Frederik B. Wea Dopo menyampaikan bahwa melalui sosok Maria, umat diajak meneladani iman, harapan, dan keteguhan hati dalam menghadapi penderitaan dan ketidakpastian hidup.
“Melalui Maria, kita mengenal siapa Yesus. Dan melalui peziarahan ini, kita mengenal kembali siapa kita, dari mana kita berasal, dan kepada siapa kita harus kembali,” ujarnya.
Ia menyebut Maria sebagai “Eva Baru”, simbol kehidupan yang tidak hanya membawa harapan spiritual tetapi juga ekologis.
Menurutnya, seluruh ciptaan Tuhan perlu dihormati, dijaga, dan dirawat sebagai bagian dari panggilan iman.
Simbol Harapan untuk Pantura
Ziarah ini bukan sekadar tradisi gerejawi, tetapi menjadi momentum spiritual yang menyentuh ranah sosial dan ekologis.
Wilayah Pantura yang disebut sebagai “MUARA” atau Mutiara Utara diharapkan dapat digali, dijaga, dan diberdayakan dengan semangat kolaboratif antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.
“Maria hadir, bukan untuk disembah, tetapi untuk mengarahkan kita pada Yesus. Ini bukan hanya ziarah spiritual, tetapi juga ziarah pengharapan dan pembangunan,” tutup R.D. Frederik.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




