Padahal, secara teknis, Askab Ende telah berjuang keras sejak awal agar daerah ini bisa menjadi tuan rumah.
Namun, kerapuhan politik lokal, menurut Rian, membuat Asprov tak ingin mengambil risiko dengan keberlangsungan turnamen dua tahunan itu.
“Mereka (Asprov) bukan musuh. Justru Askab yang sejak awal mengusulkan dan memperjuangkan Ende jadi tuan rumah,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rian juga menyindir gaya kepemimpinan Bupati yang menurutnya tidak cukup luwes menjalin kemitraan strategis.
Ia menilai bahwa krisis ini adalah cermin dari kegagalan membangun hubungan harmonis antara Pemkab dan DPRD Ende.
Untuk itu, Rian mendesak Bupati Benediktus untuk segera “memintal kembali” jalinan komunikasi politik, tak hanya dengan DPRD, tetapi juga dengan Asprov PSSI NTT.
“Kalau suasana politik tidak kondusif, PSSI tentu tidak akan korbankan turnamen besar seperti ETMC. Maka, jalan satu-satunya adalah rekonsiliasi dan komunikasi cerdas,” tandas Rian.
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa kecewa boleh, namun menyalahkan tanpa introspeksi hanya akan memperkeruh suasana.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




