ENDE, LIPUTANFLORES.COM|Pembatalan keikutsertaan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025 terus menjadi polemik.
Namun, menurut mantan aktivis PMKRI Ende, Rian Laka, penyebab utama bukan pada Askab Ende maupun Asprov PSSI NTT, melainkan pada lemahnya komunikasi politik antara Bupati dan DPRD Ende.
Rian menyebut, dalam dunia sepak bola, perubahan keputusan tuan rumah bukan hal baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bahkan di level internasional, pembatalan bisa terjadi jika ada faktor politis dan teknis yang tidak terpenuhi,” ujarnya.
Dalam konteks ini, menurutnya, Bupati Ende Benediktus Tote Badeoda terlalu reaktif dalam menyalahkan Asprov.
Ia menegaskan bahwa ETMC bukan sekadar seremoni politik, tetapi proyek kolektif lintas lembaga, termasuk DPRD yang punya peran krusial dalam menyetujui anggaran.
“Kalau DPRD tidak sepakat soal anggaran, ETMC di Ende jelas mustahil,” kata Rian.
Kurangnya sinergi antara eksekutif dan legislatif, menurut Rian, menciptakan keraguan di tingkat provinsi.
PSSI NTT melalui Komite Eksekutif-nya pun memilih untuk membatalkan keputusan Kongres sebelumnya yang menunjuk Ende.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




