“Kami bersyukur ada dukungan dari Polres dan Dinas Pertanian, tapi yang kami butuhkan adalah kepastian bantuan pupuk dan pasar yang jelas, bukan sekadar panen seremonial,” ungkap salah satu petani yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, efektivitas program ini dalam mencapai swasembada jagung di Ende juga masih menjadi tanda tanya.
Beberapa kalangan menilai, tanpa perencanaan jangka panjang dan pendampingan berkelanjutan, program ini bisa berakhir hanya sebagai proyek jangka pendek yang tidak berdampak luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Polri dan kelompok tani untuk memastikan peningkatan produktivitas jagung.
Namun, ia juga mengakui bahwa tantangan seperti cuaca, distribusi pupuk, dan harga jual masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
Program ketahanan pangan ini tentu patut diapresiasi, tetapi publik juga menunggu bagaimana pemerintah daerah, Polri, dan pihak terkait bisa memastikan bahwa panen berikutnya tidak hanya menjadi ajang pencitraan, melainkan benar-benar membawa kesejahteraan bagi para petani Ende.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




