Gebyar HUT RI ke-80 di Ngalupolo: Guru Kritisi Disiplin dan Karakter dalam Pendidikan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 812 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memperingati HUT ke 80 RI Guru di Ndona Gelar Workshop

Memperingati HUT ke 80 RI Guru di Ndona Gelar Workshop

Kompetensi Guru, Lebih dari Sekadar Mengajar

Nada kritis juga datang dari Amin Aserakal, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 2 Ndona sekaligus alumni Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Malang.

Ia menekankan empat kompetensi wajib seorang pendidik: moral, intelektual, sosial, dan pedagogik.

“Kompetensi moral harus menjadi prioritas. Di tengah maraknya kasus amoral, guru tidak boleh hanya pintar, tapi juga bermoral,” tegasnya.

Pernyataan Amin menyinggung keresahan publik di tengah derasnya arus digital, nilai karakter sering tenggelam oleh ambisi akademik.

Lomba sebagai Ruang Nasionalisme

Ketua Panitia, Yohanes B. Gaku, menekankan sisi lain dari gebyar lomba-lomba antar siswa yang dirancang bukan hanya hiburan, tetapi ajang menanamkan nasionalisme sekaligus menggali bakat.

Baca Juga :  Ini Identitas Jasad Perempuan yang Ditemukan di Perairan Pulau Padar

Guru olahraga dari tiap sekolah—Diana Herlina Wora (SMPN 2 Ndona), Krisensius Amatus Geti (SDK Ngalupolo), dan Yosep Pia (SD Inpres)—ditunjuk sebagai penanggung jawab.

Dukungan masyarakat desa juga tampak solid, menjadikan kegiatan ini lebih sebagai hajatan kolektif ketimbang sekadar acara sekolah.

Berita Terkait

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen
Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan
Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses
Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WITA

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Berita Terbaru