ENDE, – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Ngalupolo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, bukan sekadar pesta lomba tahunan.
Tiga sekolah di desa itu—SD Inpres Ngalupolo, SDK Ngalupolo, dan SMP Negeri 2 Ndona—justru menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi kritis tentang wajah pendidikan lokal.
Acara yang berlangsung 12–15 Agustus 2025 ini melibatkan 67 guru dari ketiga lembaga. Selain lomba-lomba siswa, panitia menyelipkan seminar pendidikan dengan nada tegas, guru harus berkarakter, disiplin, dan siap menghadapi tantangan moral zaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Disiplin Fondasi yang Terlupakan
Pankrasia Natalia, S.Pd, Kepala SD Inpres Ngalupolo yang segera memasuki purnabakti, tidak berbicara soal nostalgia. Ia justru menegaskan hal paling mendasar tanpa disiplin guru, mustahil membentuk disiplin siswa.
“Guru adalah peletak dasar karakter. Kalau guru tidak disiplin, bagaimana murid bisa mencontoh?” ujarnya.
Pernyataan ini menyoroti ironi sehari-hari di sekolah, banyak kebijakan menuntut siswa patuh, tapi masih ada guru yang abai terhadap aturan dasar, dari jam masuk hingga etika mengajar.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




