Gebyar HUT RI ke-80 di Ngalupolo: Guru Kritisi Disiplin dan Karakter dalam Pendidikan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 764 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memperingati HUT ke 80 RI Guru di Ndona Gelar Workshop

Memperingati HUT ke 80 RI Guru di Ndona Gelar Workshop

ENDE, – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Ngalupolo, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, bukan sekadar pesta lomba tahunan.

Tiga sekolah di desa itu—SD Inpres Ngalupolo, SDK Ngalupolo, dan SMP Negeri 2 Ndona—justru menjadikan momen ini sebagai ruang refleksi kritis tentang wajah pendidikan lokal.

Acara yang berlangsung 12–15 Agustus 2025 ini melibatkan 67 guru dari ketiga lembaga. Selain lomba-lomba siswa, panitia menyelipkan seminar pendidikan dengan nada tegas, guru harus berkarakter, disiplin, dan siap menghadapi tantangan moral zaman.

Disiplin Fondasi yang Terlupakan

Pankrasia Natalia, S.Pd, Kepala SD Inpres Ngalupolo yang segera memasuki purnabakti, tidak berbicara soal nostalgia. Ia justru menegaskan hal paling mendasar tanpa disiplin guru, mustahil membentuk disiplin siswa.

“Guru adalah peletak dasar karakter. Kalau guru tidak disiplin, bagaimana murid bisa mencontoh?” ujarnya.

Baca Juga :  Penggelapan Aset Pemda Ende, Bupati Yosef Badeoda Siap Bertindak Tegas

Pernyataan ini menyoroti ironi sehari-hari di sekolah, banyak kebijakan menuntut siswa patuh, tapi masih ada guru yang abai terhadap aturan dasar, dari jam masuk hingga etika mengajar.

Berita Terkait

Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru