Ia mengajak seluruh umat beragama untuk melihat peristiwa-peristiwa yang lalu sebagai bahan introspeksi, agar ke depan tidak terjadi lagi gesekan yang bisa mengganggu kerukunan sosial.
“Segala yang terjadi selama ini hendaknya menjadi hikmah dan koreksi bagi kita semua. Kita ingin ke depan hidup dalam nuansa damai, berdampingan satu sama lain. Itulah yang kami sebut sebagai ‘Ende Baru’,” ungkap Ketua MUI Ende.
Terkait dengan penyelenggaraan Festival Ine Maria Gua Dalupe yang dilaksanakan oleh umat Katolik, ia menegaskan bahwa semua pihak harus saling menghormati keyakinan masing-masing. Ia mengutip prinsip toleransi beragama dalam Islam: “Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ini sesungguhnya berbeda, tapi satu. Intinya, kita masih satu bangsa. Kalau kegiatan ini dikemas dengan baik, saya yakin semua orang akan merasa puas dan damai,” tegasnya.
Bupati Ende, Yoseph Badeoda, yang turut hadir dalam konferensi pers tersebut, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh lintas agama yang telah berkomitmen untuk menyukseskan agenda Doa Kebangsaan ini.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




