“Indonesia merdeka adalah lompatan jauh menuju Flores Timur yang maju dan berdaulat,” tegasnya.
Pesan ini menempatkan misa syukur bukan hanya sebagai ibadah, melainkan juga ruang refleksi: sudahkah kemerdekaan benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat kecil?
Camat Yakobus Subang Sugi, Lompatan Jauh atau Sekadar Retorika?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Ile Boleng, Yakobus Subang Sugi, memperkuat pesan homili dengan menegaskan bahwa visi “lompatan jauh” berarti membangun ekonomi yang sejahtera, menjaga persaudaraan, dan menghidupkan nilai Gelekat Lewotanah—keterikatan batin merawat tanah leluhur.
“Kemerdekaan adalah ruang untuk bekerja, bukan berhenti. Mari pastikan kedaulatan hadir di semua aspek kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.
Namun, tantangannya jelas: bagaimana visi ini diwujudkan dalam kebijakan konkret? Apakah sekadar ucapan tahunan atau benar-benar diterjemahkan dalam pembangunan di Ile Boleng?
Gereja, Umat, dan Pemerintah, Sinergi atau Simbol?
Bagi umat Paroki Pukaona, misa ini jadi bukti nyata bahwa gereja, umat, dan pemerintah bisa berjalan bersama. Camat Yakobus bahkan menyebut perayaan ini sebagai simbol kebersamaan lintas sektor.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




