“Jadi mereka nih keluar menjual di luar los dan lapak mereka sebelumnya dengan berbagai alasan. Banyak los jualan di bangunan resmi yang kosong. Bukan karena tidak ada yang menyewa, tapi mereka keluar menjual di luar di bahu jalan dalam pasar, sehingga menyebabkan kesemrawutan. Semua akan ditertibkan apabila berada pada tempat yang tidak semestinya,” lanjut Kadis
Eksekusi penataan Pasar Alok ini baru saja dimulai, namun benturan psikologis dan fisik di lapangan sudah langsung memuncak. Jeritan pedagang yang mempertahankan bambu-bambu penyangga hidupnya berhadapan langsung dengan komitmen pemerintah daerah yang ingin mengembalikan fungsi estetika dan ketertiban pasar.
Pasca-ketegangan di lokasi, para pedagang sempat mengadu ke Kantor DPRD setempat untuk meminta perlindungan. Pihak lembaga dewan bersama Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, dijadwalkan akan turun langsung menemui para pedagang besok pagi pukul 08.30 WITA untuk mendata kerusakan materiil sekaligus mencari jalan tengah dari benang kusut penataan Pasar Alok tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




