Ia juga meragukan kesiapan fasilitas di dalam pasar yang dijanjikan oleh pemerintah. Bagi Ibu Yasinta, mengarahkan mereka ke dalam bangunan pasar tanpa jaminan tempat yang jelas sama saja dengan memicu konflik baru antar sesama pedagang.
“Mereka suruh kami masuk ke dalam. Tapi di dalam itu tidak disiapkan lapak. Lapak tidak ada, hasilnya nol. Kalau kami masuk ke lapak orang lain, nanti orang marah dan kami berkelahi. Lalu kami mau jualan di bagian mana?” cecar Ibu Yasinta.
Ia juga mengaku sempat mendapat ancaman pengusiran dari oknum petugas pasar jika terlalu lantang melayangkan protes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pengelola Pasar Alok Pilih Bungkam
Saat situasi di lapangan memanas, kepastian mengenai penanggung jawab aksi pembongkaran ini sempat simpang siur. Ketika dikonfirmasi langsung untuk memastikan legalitas dan kronologi eksekusi lapak tersebut, Kepala Pengelola Pasar Alok, Hery Tobi, memilih untuk tidak memberikan banyak komentar dan melemparkan wewenang informasi kepada tim teknis yang lebih tinggi.
“Kita tim, dan ketuanya Pak Kadis Perdagangan. Saya belum bisa memberikan informasi,” ujar Hery Tobi singkat saat dikonfirmadi melalui via WhatsApp.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




