KUPANG, – Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT Tahun Anggaran 2025 resmi diajukan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dalam Rapat Paripurna DPRD ke-39, Senin (25/8).
Dokumen tersebut menunjukkan defisit Rp 99,3 miliar yang ditutup dengan surplus pembiayaan, memunculkan pertanyaan publik, apakah arah belanja daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat?
Dari data per 22 Agustus, realisasi pendapatan baru 55,19 persen atau Rp 5,08 triliun, turun Rp 131,84 miliar dari target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendapatan asli daerah (PAD) melemah 7,76 persen, sementara transfer pusat berkurang 5,6 persen. Sebaliknya, belanja naik Rp 130,98 miliar menjadi Rp 5,18 triliun—meski belanja modal justru dipangkas hampir 15 persen.
Gubernur Melki menegaskan bahwa perubahan APBD disusun bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk “ikhtiar agar setiap rupiah kembali ke rakyat.” Namun, DPRD dan publik masih menanti pembahasan lebih dalam, terutama terkait prioritas, mengapa belanja operasi dinaikkan, belanja modal dipotong, sementara dana tak terduga justru naik 25 persen?
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




