Proyek Geothermal di Ende, Antara Kepentingan Nasional dan Suara Masyarakat

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 22 Maret 2025 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 1,525 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ende terpilih, Yosef Benediktus Badeoda, SH, MH/Ket Foto : Screenshot Video Fanpage rakyatflores

Bupati Ende terpilih, Yosef Benediktus Badeoda, SH, MH/Ket Foto : Screenshot Video Fanpage rakyatflores

PMKRI Cabang Ende secara tegas menolak proyek ini. Mereka menilai bahwa proyek geothermal berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM) masyarakat setempat serta menimbulkan dampak ekologis yang merugikan.

Selain itu, Keuskupan Agung Ende melalui Uskup Agung Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD juga menegaskan sikapnya. Dalam pertemuan dengan perwakilan Kementerian ESDM dan PT PLN pada Sabtu (15/3/25), pihak gereja menyampaikan bahwa proyek ini tidak sejalan dengan prinsip sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan masyarakat Ende.

Baca Juga :  Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2025 Resmi Dibuka di Pelabuhan Ippi-Ende

Vikaris Jenderal KAE, RD. Frederikus Dhedu, menegaskan bahwa penolakan ini telah dituangkan dalam Surat Gembala Tahun Yubileum 2025 dan Surat Gembala Prapaskah 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 80% umat Keuskupan Agung Ende adalah petani yang menggantungkan hidupnya pada pertanian berbasis curah hujan. Jika sumber daya air terganggu akibat proyek geothermal, maka mata pencaharian mereka juga akan terdampak,” jelas RD. Frederikus Dhedu.

Baca Juga :  Peringatan Gelombang Tinggi di Perairan Flores 4–10 Maret 2026, Pelaut Diminta Waspada

Dari segi budaya, masyarakat setempat juga memiliki struktur sosial dan ritual adat yang erat dengan pertanian.

Berita Terkait

Pemkab Ende Percepat Program Strategis Nasional, 278 Koperasi Merah Putih hingga 75 Dapur MBG Disiapkan
Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen
Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan
Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses
Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:16 WITA

Pemkab Ende Percepat Program Strategis Nasional, 278 Koperasi Merah Putih hingga 75 Dapur MBG Disiapkan

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:20 WITA

Rekonsiliasi Tahap II Konflik Lewonara dan Dusun Bele Digelar, Pemkab Flores Timur Dorong Perdamaian Permanen

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pembongkaran Lapak di Pasar Alok : Ibu Yasinta Sebut Pembongkaran Secara Brutal dan Tidak Adil, Lapak Kami Diinjak Dihancurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Berita Terbaru