Proyek Geothermal di Ende, Antara Kepentingan Nasional dan Suara Masyarakat

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 22 Maret 2025 - 10:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 1,638 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ende terpilih, Yosef Benediktus Badeoda, SH, MH/Ket Foto : Screenshot Video Fanpage rakyatflores

Bupati Ende terpilih, Yosef Benediktus Badeoda, SH, MH/Ket Foto : Screenshot Video Fanpage rakyatflores

PMKRI Cabang Ende secara tegas menolak proyek ini. Mereka menilai bahwa proyek geothermal berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM) masyarakat setempat serta menimbulkan dampak ekologis yang merugikan.

Selain itu, Keuskupan Agung Ende melalui Uskup Agung Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD juga menegaskan sikapnya. Dalam pertemuan dengan perwakilan Kementerian ESDM dan PT PLN pada Sabtu (15/3/25), pihak gereja menyampaikan bahwa proyek ini tidak sejalan dengan prinsip sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan masyarakat Ende.

Baca Juga :  Bupati Ende Tegaskan Tidak Ada “Matahari Kembar” dalam Kepemimpinannya: Fokus Satu Komando

Vikaris Jenderal KAE, RD. Frederikus Dhedu, menegaskan bahwa penolakan ini telah dituangkan dalam Surat Gembala Tahun Yubileum 2025 dan Surat Gembala Prapaskah 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebanyak 80% umat Keuskupan Agung Ende adalah petani yang menggantungkan hidupnya pada pertanian berbasis curah hujan. Jika sumber daya air terganggu akibat proyek geothermal, maka mata pencaharian mereka juga akan terdampak,” jelas RD. Frederikus Dhedu.

Baca Juga :  ETMC 2025 Batal di Ende, PMKRI Soroti Ketidaksiapan Anggaran dan Potensi Pelanggaran Hukum

Dari segi budaya, masyarakat setempat juga memiliki struktur sosial dan ritual adat yang erat dengan pertanian.

Berita Terkait

Dukung 100 Hari Program Kapolri Baru; Brimob Ende Giat Jumat dan Subuh Keliling
Pol PP Buru Mafia Minyak Tanah Bersubsidi di Ende; Jual Tidak Sesuai HET
Terdakwa Penganiayaan Lansia di Flores Timur Divonis 7 Bulan Penjara, Korban Puas
DPRD NTT Soroti Lambannya Pembangunan Huntara Korban Gempa Flores, Junaidin: Jangan Tunggu Hujan
Kolaborasi Unipa dan Politani Kupang Dorong Hilirisasi Hortikultura-Nira Lontar di Sikka
PSSI NTT Buka Suara soal Penundaan ETMC XXXV 2026, Christian MBoeik: Siap Jika Digugat
Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXV Flores Timur Ditunda, Dijadwalkan Maret 2027
JPU Bantah Pembelaan Terdakwa F.P.H. dalam Kasus Dugaan Penganiayaan di Flores Timur
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:38 WITA

Nikolaus Sanggu: Bangsa Indonesia yang dibangsatkan oleh Bangsanya Sendiri

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Petani, Cadangan Pangan Dan Ketangguhan Flores Menghadapi Bencana

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:36 WITA

Dede Padama, Mahasiswa Semester I yang Belajar Memimpin dengan Hati

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Jangan Sampai Rakyat Mencari Jalan Lain karena Wakilnya Tidak Hadir

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:42 WITA

Ende Tak Kekurangan Orang Pintar, Mengapa Rakyat Masih Tertinggal?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WITA

Flores Tidak Menolak Energi Bersih, Flores Menolak Ketidakadilan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:24 WITA

Jokowi Dianugerahi Gelar Adat “Raja Timur”: Simbol Penghormatan Masyarakat Adat Timor atas Jejak Pembangunan di NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:43 WITA

Ulupulu 1 Menunggu Sepiring Harapan, Menguji Komitmen Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru