ENDE, – LIPUTANFLORES.COM|Keputusan mendadak Asprov PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membatalkan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV tahun 2025 memicu kritik tajam dari berbagai kalangan.
Pembatalan yang dilakukan tanpa musyawarah dengan stakeholder terkait dinilai sebagai pelanggaran etika organisasi dan mencederai marwah kongres sebagai forum tertinggi pengambilan keputusan.
Djolan Rinda, pecinta NTT, menilai keputusan tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau keputusan Kongres bisa dibatalkan begitu saja oleh pengurus, lalu untuk apa ada Kongres? Ini bukan sekadar urusan bola, ini soal integritas organisasi,” tegasnya.
Surat resmi pembatalan yang dikeluarkan PSSI NTT dinilai tidak menyertakan alasan yang jelas.
Alasan kondisi sosial-politik yang disebut ‘kurang kondusif’ di Ende dinilai mengada-ada, mengingat keberhasilan penyelenggaraan Soeratin Cup U-15 dan U-17 di daerah tersebut belum lama ini.
“Argumen itu lemah. Ende terbukti mampu menjadi tuan rumah event besar tanpa kendala berarti. Yang muncul justru kesan bahwa sepak bola sedang dipolitisasi oleh elit lokal,” tambah Djolan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




