Sergius mengatakan sebagian warga belum berani tidur di rumah karena khawatir bangunan yang telah mengalami kerusakan tidak lagi aman apabila terjadi gempa susulan.
“Rumah batu, seluruh dindingnya pecah. Kami masih takut masuk dan tidur di dalam rumah,” ujar Sergius saat ditemui di kediamannya di Dobo.
Bagi warga, rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung kini justru belum memberikan rasa aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ruang terbuka akhirnya menjadi pilihan sementara. Namun, kondisi tempat tinggal sementara yang dibuat secara mandiri dengan terpal masih jauh dari kondisi pengungsian yang layak.
Warga Menunggu Bantuan Pemerintah
Sergius juga mengatakan warga terdampak gempa di Dusun Dobo hingga kini belum menerima bantuan dari pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Sikka.
Menurut dia, bantuan yang telah diterima warga sejauh ini berasal dari komunitas Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Caritas.
“Kami sampai sekarang belum mendapat sentuhan dari pemerintah desa maupun kabupaten. Bantuan yang sudah kami terima baru dari komunitas AMAN dan Caritas,” katanya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




