Kebijakan pemangkasan TPP turut menyedot perhatian pendidik di Flores Timur. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menggelar forum penjaringan aspirasi pada Jumat (28/11), menghadirkan ketua cabang, pengurus, dan guru penerima TPP untuk mendengarkan secara langsung kegelisahan dan pandangan mereka.
Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, menegaskan bahwa hingga saat ini organisasi belum menetapkan sikap resmi menolak ataupun menerima kebijakan tersebut.
“Perlu saya tegaskan, bahwa poin tentang penolakan belum pernah dibicarakan dan belum pernah menjadi keputusan organisasi. Saat ini PGRI masih mendengar, mencatat, dan melakukan kajian awal,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum koordinasi tersebut menghasilkan empat fokus awal yang akan menjadi dasar advokasi PGRI, yakni:
Menghimpun aspirasi guru ASN dan PPPK penerima TPP untuk memperkaya analisis organisasi.
Memperoleh dokumen resmi keputusan DPRD sebagai bahan kajian.
Menelaah secara komprehensif Peraturan Bupati Nomor 16 Tahun 2025 terkait unsur keadilan bagi guru.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




