Ziarah “Maria Road to PANTURA” Jadi Simbol Gereja Menyentuh Realitas Sosial Wilayah Utara Ende

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 2 Mei 2025 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 763 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arca bunda Maria, siap road to Pantura

Arca bunda Maria, siap road to Pantura

LIPUTANFLORES.COM|ENDE, – Menyambut Tahun Yubelium Agung 2025 yang ditetapkan oleh Gereja Katolik sedunia, Keuskupan Agung Ende meluncurkan sebuah gerakan ziarah iman bertajuk Maria Road to PANTURA.

Sekretaris panitia Maria Road to Pantura Vinsen Sangu mengungkapkan, acara ini bukan sekadar ritual rohani, tetapi juga sebuah pesan simbolik kuat, Gereja mulai berjalan menyentuh denyut kehidupan masyarakat wilayah Pantai Utara (PANTURA) Ende yang selama ini dianggap terpinggirkan.

Baca Juga :  Jamin Kenyamanan Pemudik, Satker PJN Wilayah IV NTT Dirikan 7 Posko Pemantau

Dimulai sejak 1 Mei 2025, arak-arakan Arca Bunda Maria akan mengelilingi 14 paroki dan kuasi paroki di wilayah PANTURA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vinsen menjelaskan, pemberangkatan dimulai dari Kapela St. Maria Imakulata, Ndona, menuju Kamubheka, dengan pemberkatan oleh Bapa Uskup dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Baca Juga :  Peringati HAB Ke 79, Kakankemenag Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Ziarah ini bukan hanya tentang iman. Lebih jauh, kehadiran simbolik Bunda Maria di wilayah yang disebut “muara kehidupan” itu adalah seruan moral untuk membangkitkan kesadaran umat akan potensi yang belum tergarap—pertanian, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi produktif yang lestari.

Berita Terkait

Gempa Dangkal Guncang Flores Timur, Puluhan Rumah di Adonara Timur Rusak
Prosesi Bahari Tuan Meninu di Larantuka, Tradisi Sakral Jumat Agung yang Mendunia
Remaja Masjid di Larantuka Dirikan Posko Gratis untuk Peziarah Semana Santa, Wujud Toleransi Nyata
Wabup Flores Timur Buka Festival Pune Lewo di Ile Boleng, Dorong Pariwisata dan UMKM
Uskup Larantuka Angkat 3 Deken Wilayah 2026–2031, Perkuat Pelayanan Pastoral
Polemik Putusan PN Labuan Bajo: Dugaan Tanah Negara Disahkan Jadi Milik Pribadi di Golo Karangan
Pius Payong, Seniman Adonara yang Sulap Limbah Jadi Karya dan Dirikan Taman Baca Gratis
Majelis Hakim PN Labuan Bajo Disorot, Tanah Negara di Keranga Diduga Berubah Jadi Milik Perorangan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 13:11 WITA

Menanti Kebangkitan Sepak Bola NTT Lewat Piala Gubernur Liga 4 ETMC 2026 di Flores Timur

Rabu, 1 April 2026 - 07:59 WITA

Menakar Nalar Lonn Segi ; Antara Kritik Intelektual dan Drama Privasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:02 WITA

Ketika Dapur Kupang Tercekik Gas, Alarm Keras Kemandirian Energi NTT

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:52 WITA

Pena pisau bedah ; “Kebusukan Para penguasa”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:59 WITA

Tragedi Pendidikan di Ngada dan Tanggung Jawab Negara terhadap Anak Miskin

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:22 WITA

Natal, Nurani Sosial, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan Menyongsong 2026

Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:06 WITA

Ketika Ibu Melahirkan Tanpa Dokter Anestesi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Jumat, 17 Oktober 2025 - 12:52 WITA

Menimbang Ulang Ambisi Bapak Presiden Prabowo Terbitkan Perpres tentang Olah Sampah Jadi Energi

Berita Terbaru