Usai Aksi Damai Aparat dan Mahasiswa di Ende Gelar Doa Bersama

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 4 September 2025 - 17:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 575 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat dan Mahasiswa pose bersama usai doa bersama dibawah pohon Sukun

Aparat dan Mahasiswa pose bersama usai doa bersama dibawah pohon Sukun

ENDE – Di tengah meningkatnya tensi politik di berbagai daerah, Kabupaten Ende justru menunjukkan wajah berbeda.

Aksi damai aliansi mahasiswa, Kamis (4/9/2025), ditutup dengan momen yang jarang terlihat, doa bersama antara mahasiswa dan aparat keamanan di Taman Renungan Pancasila.

Kebersamaan ini bukan sekadar seremonial. Ketika mahasiswa berdiri sejajar dengan Kapolres Ende AKBP I Gede Ngurah Joni Mahardika dan Dandim 1602/Ende Letkol Inf. Dwi Harry Wibowo, terlihat pesan kuat, demokrasi bisa dijaga tanpa konflik.

“Ini simbol persatuan. Aspirasi tersampaikan tanpa harus mengorbankan kedamaian,” tegas Kapolres Ende.

Ketua IMM Ende, Kevin Maldini, menambahkan: “Pendekatan humanis aparat membuat kami merasa dihargai. Doa bersama ini bukti kita semua punya tujuan sama: menjaga masyarakat Ende tetap damai.”

Baca Juga :  Apresiasi Langsung kepada Kapolres Ende atas Dukungan dan Restu Kejuaraan

Aksi berlangsung tertib tanpa insiden.

Dialog dan doa bersama jadi titik balik hubungan mahasiswa–aparat

Ditutup dengan makan siang bersama sebagai simbol rekonsiliasi sosial.

Fenomena ini patut dicatat. Di saat banyak demonstrasi nasional berujung ricuh, Ende justru memberi pelajaran: demokrasi tidak harus gaduh. Kolaborasi mahasiswa dan aparat bisa menjadi model baru menjaga harmoni politik lokal.

Baca Juga :  Kapolres Ende Bagikan Bantuan Sosial untuk Buruh dan Tukang Ojek di Bulan Ramadhan

Berita Terkait

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen
Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses
Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:37 WITA

Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:29 WITA

Pakar Hukum Undana : Jika Terbukti Korupsi, Pengelola Program MBG dari Pusat hingga Daerah Harus Diproses

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:45 WITA

Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Berita Terbaru