FLOTIM, – Pemerintah Kabupaten Flores Timur resmi mengalihkan status penanganan bencana gempa bumi dari masa tanggap darurat menjadi masa transisi menuju pemulihan. Keputusan tersebut ditetapkan langsung oleh Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda dan instansi terkait, Kamis (7/5/2026).
Rapat yang digelar di Ruang Kerja Wakil Bupati itu berlangsung secara hybrid, baik tatap muka maupun melalui Zoom Meeting. Dalam forum tersebut, pemerintah daerah bersama seluruh peserta rapat menyepakati perubahan status setelah mempertimbangkan kondisi terkini di lapangan serta laporan aktivitas gempa dari BMKG.
Berdasarkan laporan BMKG, aktivitas gempa susulan di Flores Timur terus mengalami penurunan sejak gempa utama terjadi pada 8 April 2026. Hingga kini, tercatat sebanyak 178 kali gempa susulan terjadi di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gempa susulan yang masih terjadi merupakan bagian dari proses pelepasan energi pascagempa utama dan saat ini menunjukkan tren menurun menuju kondisi stabil,” demikian penjelasan BMKG dalam rapat koordinasi tersebut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




