Lowonara dan Belle Berdamai, Upacara Adat Jadi Penanda Berakhirnya Konflik

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Kepitang Dokeng Editor : Redaksi Dibaca 229 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara adat dan penandatanganan komitmen damai masyarakat Lowonara dan Belle , Senin (10/8/2026).

Upacara adat dan penandatanganan komitmen damai masyarakat Lowonara dan Belle , Senin (10/8/2026).

FLORES TIMUR, – Perselisihan antara warga Desa Lowonara dan Desa Belle, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memasuki babak baru. Kedua pihak sepakat mengakhiri konflik melalui upacara adat dan penandatanganan surat pernyataan damai.

Prosesi perdamaian berlangsung di Aula Paroki Kristus Raja Waiwerang, Senin, 10 Agustus 2026. Perdamaian ini menjadi momentum untuk memulihkan kembali hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat kedua desa.

Baca Juga :  KPU Ende Beri Santunan Duka Ke Ahli Waris PPS dan Sekretariat Yang Meninggal

Upacara adat yang dipimpin para sesepuh dari kedua pihak menjadi simbol berakhirnya pertikaian. Kedua masyarakat menyatakan kesediaan untuk membuka lembaran baru dengan mengedepankan keamanan, persaudaraan, dan kehidupan sosial yang harmonis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelesaian melalui mekanisme adat menjadi bagian penting dalam proses rekonsiliasi. Bagi masyarakat Adonara, adat dan hubungan kekeluargaan memiliki posisi kuat dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Loka POM Ende Lakukan Cek KLIK untuk Produk Obat dan Makanan

Semangat perdamaian itu tercermin dalam ungkapan “Lepan Dopi, Ledan Gala” yang menyertai prosesi tersebut.

Berita Terkait

Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian
Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 17:51 WITA

Pengurus Kwarran Pramuka Ile Boleng 2026-2029 Dilantik, Wabup Flotim Tekankan Pengabdian

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Rabu, 16 September 2026 - 07:33 WITA

Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Berita Terbaru