Tingginya Angka Kematian PMI Asal NTT, Harus Menjadi Perhatian Serius Pemerintah

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 4 Januari 2025 - 13:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 318 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil jenazah saat menjemput mayat PMI asal NTT di Bandara Eltari Kupang/Ket Foto ; Putra Bali Mula - Katong NTT

Mobil jenazah saat menjemput mayat PMI asal NTT di Bandara Eltari Kupang/Ket Foto ; Putra Bali Mula - Katong NTT

LIPUTANFLORES.COM|KUPANG, – Tingginya angka kematian pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tahun 2024 harusnya menjadi perhatian serius pemerintah

Setidaknya ada 125 pekerja migran dilaporkan meninggal dunia, sebagian besar bekerja di Malaysia melalui jalur non-prosedural atau ilegal.

Yonas Y. Bahan, Ketua Tim Perlindungan dan Pemberdayaan PMI, BP3MI NTT mengatakan, Kabupaten Malaka mencatatkan angka kematian terbanyak, yaitu 26 orang.

Sedangkan urutan kedua kasus kematian PMI yakni Kabupaten Belu dengan jumlah 15 kasus, disusul kabupaten Ende 14 kasus dan Kabupaten Flores Timur 13 Kasus.

Kasus – kasus ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan semua pihak

Kabupaten Belu, Ende, dan Flores Timur juga melaporkan kasus kematian, sementara beberapa kabupaten seperti Sabu Raijua dan Rote Ndao tidak memiliki kasus kematian pekerja migran.

Baca Juga :  GRD Desak Hentikan Proyek 619 Fasilitas Wisata di Pulau Padar, Ancaman Privatisasi & Ekologi TN Komodo

NTT, yang merupakan salah satu provinsi dengan pengiriman pekerja migran terbanyak.

Diharapkan dapat memperhatikan perlindungan dan pendampingan bagi keluarga korban, serta mencegah kejadian serupa di masa depan.

Berita Terkait

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi
Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur
Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian
Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang
Warga Mengungsi Akibat Konflik Sosial, Dinsos Ende Serahkan Bantuan Kemanusiaan
Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang
Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:23 WITA

Pemilik Lahan Tutup Akses Masuk GOR 99 Lembata, Tuntut Pemkab Segera Bayar Ganti Rugi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:19 WITA

Viral Gubernur NTT Catat Keluhan Warga Lewat HP Saat Kunjungan Wapres, Tokoh Muda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:34 WITA

Warga Narasaosina Serahkan 57 Senjata Api Rakitan ke Polisi demi Perdamaian Adonara Timur

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:50 WITA

Warga Dusun Bele Adonara Timur Serahkan 52 Senjata Api Rakitan ke Polisi, Komitmen Jaga Perdamaian

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:17 WITA

Misa dan Dialog Bersama Uskup Agung Ende Mgr Paulus Budi Kleden Digelar di Malang

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:31 WITA

Wabup Flores Timur Pertemukan Dua Kades yang Berkonflik di Adonara Timur, Tegaskan Tak Ada Lagi Perang

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:53 WITA

Konflik Susulan di Adonara Timur Pecah, Sembilan Rumah Warga Dusun Bele Terbakar

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:13 WITA

Wabup Flores Timur Tetapkan Status Gempa Beralih ke Masa Transisi Pemulihan

Berita Terbaru