Selain itu, Karolus menyoroti pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Proyek tersebut dibangun pada masa pemerintahan Jokowi dan kemudian diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026.
Kapasitas pengolahan kilang Balikpapan meningkat dari sekitar 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari. Pertamina menyebut proyek tersebut memiliki potensi penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun.
Karolus menekankan bahwa angka tersebut merupakan potensi penghematan impor BBM, sehingga tidak boleh disamakan dengan kepastian penghematan impor petrokimia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Freeport dan hilirisasi
Capaian lainnya yang dinilai penting adalah kepemilikan mayoritas Indonesia di PT Freeport Indonesia.
Pada 2018, Indonesia melalui PT Inalum menyelesaikan transaksi yang membuat kepemilikan Indonesia di Freeport mencapai 51,23 persen.
“Bagi saya, itu merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam,” kata Karolus.
Ia juga menyinggung pembangunan smelter Freeport di Gresik yang diresmikan Jokowi pada September 2024 dengan nilai investasi sekitar Rp56 triliun.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




