Partai politik, menurutnya, perlu semakin terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan menunjukkan kerja nyata.
Ia mengatakan penilaian terhadap PSI maupun partai politik lainnya juga harus dilakukan berdasarkan konsistensi sikap dan kinerja, bukan sekadar berdasarkan citra atau narasi politik.
Beda pilihan jangan putus persaudaraan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karolus mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak semestinya menjadi alasan masyarakat memutus hubungan persaudaraan.
Menurutnya, demokrasi membutuhkan ruang untuk berbeda pendapat tanpa harus saling bermusuhan.
“Kita boleh berbeda pilihan. Tetapi kita harus tetap berdiskusi dengan kepala dingin, menghormati pandangan orang lain dan mampu membedakan mana fakta, mana pendapat dan mana prediksi politik,” ujarnya.
Karolus menegaskan dirinya menghargai kontribusi Jokowi, memiliki harapan terhadap Gibran, sekaligus tetap mendukung sikap kritis terhadap siapa pun yang memimpin Indonesia.
“Pada akhirnya, kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia harus menjadi pertimbangan utama,” pungkasnya.


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




