“Saleh Djasit bahkan menggandeng konsultan internasional dan Caltex Pacific Indonesia untuk studi kelayakan senilai lebih dari satu juta dolar AS,” ujar Hakeng.
Sayangnya, lemahnya keberlanjutan kelembagaan dan transisi pemerintahan membuat proyek tersebut terhenti. Ketidakhadiran policy legacy menjadikan potensi maritim Riau terabaikan dalam waktu yang lama.
Riau Maritime Corridor: Menjawab Tantangan Hari Ini
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan terpilihnya Gubernur Abdul Wahid, momentum kebangkitan Riau sebagai kekuatan maritim kembali terbuka. Capt. Hakeng menekankan perlunya pengembangan konsep baru, Riau Maritime Corridor—yang menggabungkan efisiensi logistik, green port, dan adaptasi iklim dalam satu sistem.
“Kita butuh pendekatan Port Connectivity and Integrated Maritime Development, yang menyatukan pelabuhan seperti Dumai, Tanjung Buton, RAPP Futong, hingga Kuala Enok dalam satu ekosistem logistik laut.”
Laut Adalah Masa Depan: Riau Siap Menjadi Raja Maritim
Efisiensi distribusi, daya saing produk lokal, dan konektivitas internasional adalah hasil nyata dari pembangunan infrastruktur maritim yang visioner.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




