Air Bersih di Desa Ndetuzea, Antara Seremoni CSR PELNI–BSI dan Kebutuhan Nyata Warga

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 17 September 2025 - 01:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Arkadeus Aku Suka Editor : Redaksi Dibaca 294 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Cabang PT PELNI Ende, Ade Dinar Nugroho Pamungkas, dan Head of Corporate Funding Group BSI Maslahat, Dina Handayani pose bersama ketika memberikan plakat

Kepala Cabang PT PELNI Ende, Ade Dinar Nugroho Pamungkas, dan Head of Corporate Funding Group BSI Maslahat, Dina Handayani pose bersama ketika memberikan plakat

ENDE, – Peresmian fasilitas sanitasi air bersih dan MCK di Desa Ndetuzea, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, kembali memunculkan diskusi soal kesenjangan akses air bersih di wilayah timur Indonesia.

PT PELNI (Persero) Cabang Ende bersama BSI Maslahat menghadirkan fasilitas ini sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial (CSR).

Namun, di balik seremoni dan sambutan meriah warga, pertanyaan mendasar tetap menggantung, sejauh mana fasilitas ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat yang telah lama hidup dalam keterbatasan air bersih?

Pembangunan dimulai dari survei lapangan pada Juni 2025, peletakan batu pertama pada Agustus, hingga peresmian pada 16 September 2025.

Kepala Cabang PT PELNI Ende, Ade Dinar Nugroho Pamungkas, dan Head of Corporate Funding Group BSI Maslahat, Dina Handayani, hadir langsung menandai rampungnya proyek.

Baca Juga :  Longsor Di Detuwulu, Niko Bhuka Minta BPBD dan PU Segera Tangani

Bagi warga, tentu kehadiran sarana air bersih dan MCK adalah angin segar.

“Kehidupan kami akan jauh lebih baik dengan adanya akses air bersih,” ungkap salah satu warga.

Berita Terkait

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik
BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki
Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini
Pengadaan 700 Sapi Dipangkas Jadi 150 Ekor, PRIMA Flores Timur Ingatkan Risiko Hukum
Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:19 WITA

Parlan Lamakraja Adukan Polemik Facebook ke Polres Flotim, Serahkan Bukti Elektronik

Rabu, 16 September 2026 - 22:58 WITA

BEM dan BLM Uniflor Ende Salurkan Bantuan Sembako untuk Lansia Korban Gempa di Mukusaki

Rabu, 16 September 2026 - 08:53 WITA

Garda Pemuda Gibran Ende Sebut Pemimpin Kerja Nyata Jadi Kebutuhan Indonesia Saat Ini

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 16:09 WITA

Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Berita Terbaru