Fadlin, Moses: masing-masing Rp. 650 juta
Nando: Rp. 635 juta
Ansel: Rp. 620 juta
Niko: Rp. 570 juta
Tata: Rp. 525 juta
Chairul Anwar: Rp. 500 juta
Ketimpangan mencolok ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keadilan internal di tubuh DPRD itu sendiri.
Bagaimana mungkin para wakil rakyat bicara soal keadilan sosial dan pemerataan pembangunan, jika dalam tubuh mereka sendiri justru terjadi ketimpangan yang mencolok?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, kenaikan anggaran dari Rp. 25 miliar menjadi Rp. 34 miliar disebut-sebut terjadi lewat rapat “setengah kamar” yang tak melibatkan seluruh anggota, menambah kecurigaan publik akan adanya praktik-praktik manipulatif dan tidak transparan.
Sumber internal menyebut bahwa praktik serupa telah berlangsung bertahun-tahun, menguatkan dugaan bahwa pola ini bukan insidental, melainkan sistemik.
Warga berharap BPK, KPK, dan aparat hukum lainnya dapat menelusuri aliran dana Pokir ini secara menyeluruh dan menindak oknum yang bermain di balik alokasi yang sarat kepentingan pribadi ini.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




