Namun, di luar retorika politik, tantangan nyata sudah menanti. Pengelolaan APBD yang transparan, reformasi birokrasi, serta proyek infrastruktur yang selama ini kerap bermasalah menjadi ujian utama.
Masyarakat tentu berharap perubahan bukan sekadar jargon kampanye. Apalagi, sejarah politik lokal telah berkali-kali membuktikan bahwa Ende Baru bisa saja hanya berarti pergantian wajah, sementara pola lama tetap berulang.
Janji tanpa politik balas budi atau balas dendam harus dibuktikan dengan kebijakan nyata. Lima tahun ke depan, publik akan menjadi saksi: Apakah Kabupaten Ende benar-benar berubah, atau hanya sekadar baru dalam nama?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




