Pater Marsel Agot Pimpin Masa Bawa Parang, Anak Buah Alo Oba Ketakutan dan Memilih Pulang

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 96 Kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan milik Alosius Oba di Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Manggara Barat - NTT.

Lahan milik Alosius Oba di Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Manggara Barat - NTT.

MABAR, – Pater Marsel Agot pimpin kerahkan puluhan masa masuk lokasi tanah milik Alosius Oba di Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Manggara Barat – NTT. Masa yang datang membawa parang.

Salah satu penjaga lokasi tanah Alo Oba bernama Mansur menjelaskan bahwa masa yang datang sekitar 20 orang. Semuanya membawa parang masuk ke lokasi tanah milik Alosius Oba.

“Pater Marsel bilang ke kami (penjaga lokasi Alo Oba, red) yang sedang berjaga di lokasi tanah Bapak Alo Oba, biar kita mati di sini,” ujar Mansur saat diwawancara oleh sejumlah media usai kejadian pada Selasa, 27 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mansur menjelaskan bahwa Pater Marsel datang dengan membawa masa yang sangat banyak sehingga membuat dirinya takut dan pulang.

“Pater sempat bilang  bahwa biar kita mati di sini. Ini namanya wajo kampong purak mukang (masuk ke wilayah orang untuk berperang). Jadi dia bawa masa pake truck jadi kami takut dan kami memilih pulang,” ujar Mansur dengan nada takut.

Secara terpisah, liputanflores.com mengkonfirmasi kepada Pater Marsel Agot ihwal pengerahan masa ke lokasi tanah milik Alosius Oba di Batu Gosok, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Pater Marsel Agot.

Baca Juga :  Rotasi Pejabat Ende 2025, Integritas dan Kompetensi Jadi Fondasi Mewujudkan Ende Baru

liputanflores.com mencoba hubungi Alosius Oba ihwal tindak Pater Marsel Agot yang memasuki lokasi tanahnya dengan membawa sejumlah masa, Alo Oba menjelaskan bahwa Pater Marsel sudah berapa kali mengganggu tanah miliknya.

“Pater Marsel ini sering ganggu tanah saya. Ada apa dengan dia ini? Diakan seorang Imam kenapa suka ganggu tanah orang? Saya akan lapor Bapak Uskup kalau terus terusan dia berulah. Rasa hormat saya kepada bliau ini hilang,” ujarnya dengan nada marah.

Media ini sebelumnya, memberitakan aksi premanisme yang sempat terjadi diatas lokasi tanah milik Alo Oba.

Aksi premanisme yang diduga preman bayar semakin meresahkan di Labuan Bajo. Bagaimana tidak, para preman bayaran ini mencabut 10 plang permanen yang bertuliskan “tanah ini milik Alosius Oba” yang dipasang diatas tanah milik Alosius Oba yang berlokasi di Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, NTT.

Alosius Oba menjelaskan bahwa aksi para preman ini dilakukan pada malam hari untuk menghindari pantauan pemilik tanah dan penjaga di lokais. “Para preman ini beraksi di malam hari. Kalau siang hari mereka tidak berani karena setiap hari kita selalu berjaga di lokasi. Mereka kucing kucingan. Ini meresahkan sekali,” ujar Alo Oba saat ditemui di Labuan Bajo pada Senin, 26 Januari 2026.

Baca Juga :  Sambut Libur Sekolah, PELNI Berikan Diskon Tarif Tiket Kapal Hingga 30 Persen

Ia menjelaskan bahwa jika aksi preman ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin akan ada bentrok fisik yang bisa mengganggu stabilitas keamana di Labuan Bajo. Menurut Alo, para preman ini diduga dibayar oleh para mafia tanah yang ingin menguasai tanah orang dengan cara cara diluar hukum.

“Aksi preman ini bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat Labuan Bajo yang selama ini dijaga dan dirawat. Tapi para mafia tanah masuk bayar mereka untuj ganggu ganggu tanah yang ingin mereka kuasai,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jika ada para pihak yang mengklaim tanahnya silahkan gugat secara perdata di pengadilan. “Jangan gunakan preman karena fatal akibatnya. Ada kuasa hukum saya. Nama dan nomornya tercantun di Plang yang terpampang di lokasi,” ujarnya.

Alo Oba meminta aparat setempat untuk menertibkan preman preman yang diduga dibayar oleh para mafia yang hendak menguasai tanah orang di Labuan Bajo.

“Akhi akhir ini masalah preman di Labuan Bajo sangat mengkhawatirkan. Mereka dibayar oleh para mafia dan kemudian pertaruhkan nyawa. Inikan tidak baik. Kami minta polisi atau pihak terkait segera tindak tegas para preman ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Sengketa Tanah Keranga Labuan Bajo Inkracht, Santosa Kadiman dkk Dilaporkan ke Bareskrim atas Dugaan Pemalsuan Surat

Ia menjelaskan bahwa terkait aksi premanisme tersebut, tim hukumnya sedang mengkaji masalah tersebut untuk dilaporkan ke polisi. “Tim hukum kita udah mengantongi semua bukti bukti akibat tindakan para preman ini. Kan ada pengrusakan fasilitas itu. Jadi ada kerugian yang ditimbul. Dalam waktu dekat kita  buat laporan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu sumber media ini yang meminta namanya dirahasiakan menjelaskan bahwa ada peran oknum ASN yang menduduki posisi strategis yang menjadi dalam dari pengerahan para preman ini.

“Kita sudah endus ada peran satu orang pejabat ASN dalam pengerahan preman ini. Kita sudah kunci soal itu. Termasuk orang ini terlibat dalam memanipulasi dokumen tanah, mengatur  kepemilikan tanah yang hendak mereka kuasai. Jadi dia ini semua yang atur. Siapa pemiliknya yang cocok untuk kuasai itu tanah, dia juga mengatur harga, dia juga yang mencari pembeli. Kita sudah kantongi semu. Ini persoalan serius dan orang ini harus ditindak,” ujarnya.

Diketahui bahwa tanah milik Alosius Oba ini sedang dibawa pengawasan Inspektur Jendral polisi I Wayan Sukawinaya dan tim. Pantauan di lokasi tampak puluhan pondok dan plank dipasang dilokasi.

Berita Terkait

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran
Dana Gempa Flores Rp 200 Miliar Sudah Cair, Warga Pengungsian Masih Keluhkan Minimnya Bantuan Logistik
Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat
Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa
Peduli Terhadap Gempa, Kapolres Ende Bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan Kepada Warga Paupanda
Pasca-Gempa Flores, Polsek Maurole dan Airud Ropa Bersihkan Puing Rumah Warga Keliwumbu
FMNTT Surabaya Salurkan Bantuan Gempa Flores ke Warga Terdampak di Nagekeo
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:09 WITA

Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Waka, Ende

Kamis, 10 September 2026 - 23:37 WITA

Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, 50 Personel Dikerahkan untuk Pengejaran

Kamis, 10 September 2026 - 12:00 WITA

Krisis Air Minum Ancam Sejumlah Wilayah di Sikka, DPRD Desak Bupati Segera Ambil Langkah Cepat

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat di SDK Pu’ubheto, Pastikan Siswa Tetap Belajar Pascagempa

Sabtu, 5 September 2026 - 19:20 WITA

Peduli Terhadap Gempa, Kapolres Ende Bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan Kepada Warga Paupanda

Rabu, 2 September 2026 - 15:34 WITA

Pasca-Gempa Flores, Polsek Maurole dan Airud Ropa Bersihkan Puing Rumah Warga Keliwumbu

Rabu, 2 September 2026 - 07:52 WITA

FMNTT Surabaya Salurkan Bantuan Gempa Flores ke Warga Terdampak di Nagekeo

Selasa, 1 September 2026 - 20:30 WITA

Kapolres Ende Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Siswa SD Inpres Roworena 2 Pascagempa

Berita Terbaru