“Janji politik mereka tentang Ende Baru sejauh ini hanya tampak di konten seremonial. Sementara pembangunan fisik yang dibutuhkan rakyat, nihil,” ujarnya.
Bagi Pemuda Pancasila, alokasi anggaran harus berpijak pada skala prioritas. Infrastruktur dasar seperti dermaga dinilai lebih vital dibanding event olahraga yang hanya berlangsung sesaat.
“Anggaran Rp 1,5 miliar itu seharusnya menyelamatkan ekonomi rakyat di pesisir. Dermaga akan memberi akses transportasi, distribusi barang, dan keselamatan warga. Bukan sekadar euforia bola yang habis dalam sebulan,” kata Rian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemuda Pancasila mendesak Pemda dan DPRD Ende segera menganulir keputusan anggaran ETMC dan memfokuskan dana tersebut ke pembangunan dermaga.
Desakan ini, kata Rian, bukan sekadar kritik, melainkan bagian dari kepedulian masyarakat sipil terhadap arah pembangunan daerah.
“Kami menagih janji, bukan mencari panggung. Jika pemerintah terus abai, maka rakyatlah yang paling dirugikan,” pungkasnya.
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




