ENDE, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ende kembali jadi sorotan publik.
Sorotan kali ini datang dari kelompok Cipayung plus yang menggelar aksi dekonstrasi di depan gedung DPRD Ende, kamis 4 September 2025
Dalam orasinya ketua PMKRI Cabang Ende, Marselino Erlan Le’u menyebut kondisi Ende saat ini tidak sedang baik baik saja, hal ini menunjukan lemahnya fungsi pengawasan DPRD Ende
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi pernyataan demonstran Ketua DPRD Ende, Feri Tasso, kami siap menerima dan melanjutkan aspirasi masyarakat
“Kami siap menerima aspirasi ade-ade semua. Terima kasih sudah datang di rumah rakyat. Dan kami siap dievaluasi kapan saja,” tegas Feri di hadapan mahasiswa.
Sekilas, pernyataan tersebut terdengar positif, DPRD terbuka pada kritik. Namun pertanyaannya, apakah kesiapan ini sebatas retorika atau benar-benar akan diwujudkan dalam pengawasan kinerja Pemda Ende yang saat ini dinilai lemah?
Massa aksi yang tergabung dari PMKRI, GMNI, dan BEM Uniflor tidak datang tanpa data. Mereka menyoroti rendahnya penyerapan anggaran tahun 2025 yang dianggap sebagai indikator buruknya tata kelola Pemda Ende.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




