Inilah tantangan DPRD Ende, membuktikan bahwa “rumah rakyat” benar-benar menjadi ruang akuntabilitas, bukan hanya panggung pernyataan politis setiap kali ada aksi mahasiswa.
Aksi Cipayung Plus menjadi alarm bahwa publik, khususnya mahasiswa, tidak tinggal diam melihat buruknya tata kelola anggaran dan prioritas pembangunan Ende.
Kini bola ada di tangan DPRD, apakah benar serius siap dievaluasi dan menjalankan fungsi pengawasan, atau sekadar melempar jargon yang berakhir tanpa tindak lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




