Selain itu, mahasiswa juga mengkritisi kecenderungan Pemda lebih sibuk dengan agenda seremonial ketimbang program substantif, yang menurut mereka bertentangan dengan amanat Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025.
Dalam pertemuan itu, Feri Tasso mengimbau mahasiswa agar tidak hanya berhenti di aksi jalanan.
“Jangan hanya hari ini datang, besok hilang. Mari kita kawal bersama aspirasi itu, dan kami siap menerimanya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun publik tentu menginginkan lebih dari sekadar ajakan simbolis. DPRD bukan hanya wadah aspirasi, tetapi lembaga yang punya fungsi kontrol terhadap Pemda.
Bila kritik mahasiswa soal serapan anggaran benar, maka DPRD wajib memanggil, mengaudit, bahkan memberi rekomendasi sanksi politik terhadap eksekutif.
Pernyataan “siap dievaluasi” perlu diuji konsistensinya. Sejauh ini, belum jelas langkah konkret DPRD Ende dalam menindaklanjuti isu-isu besar daerah.
Transparansi rapat, hasil sidang, hingga tindak lanjut pengawasan masih jarang dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




