MAUMERE, – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere mengeluarkan pernyataan sikap keras menanggapi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak pada rakyat dan tindakan represif aparat kepolisian.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PMKRI, Fabianus Rowa, pada Senin, 1 September 2025.
Menurut Fabianus, serangkaian kebijakan pemerintah, seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan pengesahan UU TNI No. 3 Tahun 2025, telah memperparah masalah ekonomi masyarakat dan mengancam kedaulatan sipil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terlalu banyak janji pemerintah yang tidak realistis,” tegasnya, menyoroti ironi kenaikan gaji DPR yang drastis di tengah kesulitan masyarakat.
Gerakan Kemasyarakatan (Germas) Rito Naga juga menyoroti tindakan represif aparat kepolisian yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (Ojol) pada 28 Agustus 2025.
“Ini adalah bukti nyata bahwa jargon Polri sebagai institusi humanis hanyalah omong kosong,” kata Naga.
Ia mendesak agar kekerasan terhadap demonstran dihentikan dan seluruh pihak yang bertanggung jawab diusut tuntas.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




