Surat Gembala Tahun Yubileum 2025 dan Surat Gembala Prapaskah 2025 menjadi bukti bahwa Gereja Katolik di Ende tidak tinggal diam.
Melalui Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Ende (KAE), RD. Fredirikus Dhedu, Uskup Agung menegaskan alasan-alasan penolakan yang tak bisa diremehkan.
“Sebagian besar umat di wilayah KAE adalah petani. Mereka sangat bergantung pada air tanah yang jumlahnya terbatas. Jika proyek ini terus berjalan, dampaknya bukan hanya pada mata pencaharian mereka, tetapi juga pada kelangsungan budaya dan tradisi yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun,” ujar RD. Fredirikus Dhedu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi masyarakat Ende, proyek ini lebih dari sekadar eksploitasi energi terbarukan. Ini adalah ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem, ekonomi rakyat, dan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Di tengah derasnya penolakan, Pemda Ende masih memilih diam. Aksi PMKRI yang berlangsung di depan Kantor Bupati hari ini hanya berujung pada kekecewaan. Tak ada pernyataan resmi, tak ada itikad baik untuk berdialog dengan rakyat.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe




